Demonstrasi Pembuatan Pupuk Organik Oleh Tim KKN Universitas Sebelas Maret Surakarta

Pupuk organik adalah pupuk yang tersusun dari materi makhluk hidup, seperti pelapukan sisa -sisa tanaman, hewan, dan manusia. Pupuk organik dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Pupuk organik mengandung banyak bahan organik daripada kadar haranya. Sumber bahan organik dapat berupa kompos, pupuk hijau, pupuk kandang, sisa panen (jerami, brangkasan, tongkol jagung, bagas tebu, dan sabut kelapa), limbah ternak, limbah industri yang menggunakan bahan pertanian, dan limbah kota

Pada Selasa 22 Januari salah satu anggta tim Irfan Alfian memberikan demostrasipembuatan pupuk organik dan pupuk organik cair.

Jenis kotoran hewan yang umum digunakan adalah kotoran sapi, kerbau, kelinci, ayam, dan kambing. Tidak ada bukti yang signifikan mengenai keunggulan masing-masing jenis kotoran hewan, tetapi secara umum kotoran sapi banyak digunakan sebagai pupuk kandang karena ketersediaannya lebih banyak dibandingkan kotoran hewan lain. (Setiawan, 1998).

Berdasarkan yang dijelaskan oleh saudara Irfan, bahan pembuatan pupuk organik antara lain adalah, feses sapi, abu dapur, serbuk gergaji atau seresah daun, kapur pertanian atau dolomit, starter (EM4/stardec/starbio).

Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan pupuk adalah sebagai berikut :

  1. Kotoran sapi minimal 85% dan akan lebih baik jika dicampur dengan urine.
  2. Serbuk dan kayu sabut kelapa 5% atau limbah organik lainnya seperti jerami dan sampah rumah tangga.
  3. Abu dapur 8%
  4. Kapur pertanian/Gamping/ Dolomit 1,5 %
  5. Starter (Stardec) 0,5%

Selain itu Irfan Alfian juga menjelaskan pembuatan pupuk organik cair

Limbah ternak berupa urine sapi bisa sebagai bahan dasar pembuatan pupuk organik cair, yang juga bisa untuk mencegah serangan hama tanaman dan menyuburkan tanah. Cara pembuatan pupuk organik cair tidak sulit, hanya melalui proses fermentasi yang sederhana dan dicampur sejumlah empon-empon.

Urine sapi yang paling baik untuk diolah menjadi pupuk cair adalah urine sapi murni segar (kurang dari 24 jam) yang belum bercampur dengan cemaran lain yang ada dalam kandang.

Cara pembuatan pupuk organik cair dengan urine sapi:

  1. Urine sapi 10 liter
  2. Empon-empon (1 ons kencur, 1 ons kunyit, 1 ons jahe, 1 ons lengkuas, 1 ons temu ireng)
  3. Molasses 200ml
  4. Starter (EM4) 50 ml

Langkah pembuatan:

  1. Masukkan urine dalam suatu wadah
  2. Tumbuk semua empon-empon hingga halus kemudian masukkan ke dalam urine
  3. Masukkan molasses
  4. Masukkan starter (EM4)
  5. Aduk campuran tersebut hingga merata
  6. Tutup wadah, biarkan terjadi fermentasi selama 14 hari atau dua minggu
  7. Disarankan untuk membuka wadah 2 hari sekali agar tidak meledak

Jadi yang Pertama Berkomentar